Modernis.co, Jakarta – Tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Peringatan ini dapat membangkitkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Tanggal ini menjadi pengingat penting akan peran vital Palang Merah Indonesia (PMI) dalam masyarakat atau misi kemanusiaan.
Nama PMI sudah sangat familiar di tengah masyarakat. Cirinya mudah dijumpai dari warna khas, seragam, kendaraan, dan kegiatan para relawan PMI.
Akan tetapi, ada 5 fakta menarik Hari Palang Merah Indonesia yang belum banyak diketahui orang. Berikut lima faktanya!
1.Didirikan Setelah Proklamasi Kemerdekaan
Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri pada 17 September 1945. Pendiriannya hanya berselang satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan.
Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan maklumat untuk membentuk badan Palang Merah Nasional. Maklumat ini menunjukkan tekad para pendiri bangsa untuk segera membangun organisasi kemanusiaan yang mandiri dan berdaulat.
Para tokoh nasional, seperti Dr. Buntaran Martoatmodjo, bekerja keras mewujudkan PMI sebagai simbol kemandirian bangsa di bidang kemanusiaan.
2. Ketua Umum Pertama Palang Merah Indonesia
Dr. R. Mochtar, seorang dokter terkemuka, mengemban jabatan Ketua Umum PMI yang pertama. Ia merupakan figur penting di balik pendirian PMI.
Bersama dengan Dr. Buntaran Martoatmodjo, mereka merumuskan struktur dan tujuan organisasi. Kepemimpinan Dr. Mochtar menjadi fondasi kuat bagi PMI untuk menjalankan misi kemanusiaannya pada masa-masa sulit awal kemerdekaan.
3. Pengakuan Internasional Palang Merah Indonesia
Pengakuan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan keanggotaan dalam Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menjadi momen bersejarah.
PMI mendapatkan pengakuan ini pada 16 Januari 1950. Pengakuan ini membuka jalan bagi PMI untuk berpartisipasi dalam kerja sama kemanusiaan global.
4. Jaringan Relawan Terbesar

PMI memiliki jaringan relawan yang luas dan mengakar. Jaringan ini tersebar di seluruh Indonesia, dari tingkat pusat hingga cabang di setiap kabupaten atau kota, bahkan terdapat di setiap kecamatan dan desa.
Para relawan ini merupakan tulang punggung PMI. Mereka bekerja tanpa pamrih dalam berbagai kegiatan, seperti donor darah, penanggulangan bencana, dan pelayanan kesehatan.
Dedikasi para relawan ini memastikan PMI dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil sekalipun. Mereka dengan sukarela membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan segera.
5. PMI dan Misi Kemanusiaan
Sejak berdiri, PMI telah menunjukkan perannya dalam berbagai misi kemanusiaan. Saat terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, atau banjir, PMI selalu menjadi yang pertama hadir di lokasi kejadian.
Mereka memberikan pertolongan pertama, mendirikan posko pengungsian, dan menyalurkan bantuan logistik. PMI juga berperan aktif dalam program donor darah.
Mereka mengumpulkan dan mendistribusikan darah untuk memenuhi kebutuhan medis. Peran Palang Merah Indonesia yang tidak kenal kata lelah menjadikannya pilar penting dalam sistem kemanusiaan di Indonesia. (IF)


Kirim Tulisan Lewat Sini